Monday, September 21, 2009

RAMADHAN BERLALU TAPI . . .


Dari Aisyiyah ra, Rasulullah saw bersabda, " Tingkatkanlah amalmu dengan baik, atau lebih dekatlah kepada kebaikan, dan bergembiralah, karena amal seseorang tiada dapat memasukkannya ke surga." Tanya para sahabat, "Amal anda juga begitu, ya Rasulullah? ' jawab Rasulullah," Amalku juga begitu. Tetapi Allah melimpahiku dengan rahmat-Nya. Dan ketahuilah, bahwa amal yang paling disukai Allah ialah amal yang dikerjakan secara terus-menerus walaupun sedikit. " (HR.Bukhari, Muslim dan Nasa'i)


Dalam hadits ini terdapat beberapa perintah atau nasihat yang bisa dipetik dalam rangka meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada allah swt.
1. TINGKATKAN AMAL
Upaya sekuat daya untuk meningkatkan amal perbuatan setiap saat. Berkomitmenlah pada jalan kebaikan (sidad). Kata sidad ditafsirkan sebagai kebenaran, atau slalu berorientasi pada tujuan dan jalan yg lurus, tidak berlebihan dan tidak meremehkan terhadap apa yg telah diperintahkan-Nya. Sikap berlebihan dan pemaksaan diri dalam melakukan amal, tak jarang dapat mengeluarkan seseoran dari jalur benar. Jenuh dan bosan.
2. DEKATI KEBENARAN
Kebenaran menurut hujjatul Islam Imam Al-Ghazali bagai seberkas cahaya (kebenaran) itu. Jadikan kebenaran, sbgai pakaian dan teman kehidupan.
3. KABAR GEMBIRA PADA RAHMAT ALLAH
Ibsyar sama artinya dengan tabsyir, dengan kandungan makna : menggabarkan hal-hal yang menyenangkan dengan wajah berseri. Disini Rasulullah menyuruh kita menanamkan rasa senang lantaran rahmat allah yang melimpahi kita.
Kaum beriman hendaknya tidak berputus asa dari rahmat-Nya. Tetap memiliki jiwa optimistis dan maju, dengan rahmat-Nya itu. Dianjurkan untuk senantiasa bermunajat, kiranya allah senantiasa menyelimuti dengan rahmat-Nya. Rahmat allah inilah yang dapat mengantarkan pada keridhoan-Nya (surga-Nya). Menjauhkannya dari siksa-Nya (neraka).
4. SEDIKIT AMAL, TAPI LANGGENG
Melakukan perbuatan baik, setahap demi setahap, sama dengan membangun benteng diri yg kokoh. Ibarat menabung, tak terasa berjumlah banyak. Inilah amal yang dicintai allah, melakukan amaliyah yg terus-menerus meski hanya sedikit.
Sedikit dalam beramal yg dilakukan terus-menerus juga sama dengan memupuk dan menyiram pohon iman sehingga ia akan tetap tumbuh segar dan tak layu. Alhasil, jiwa terus terangkat menuju deraja yang lebi baik (sempurna).
Ramadhan akan berlalu meninggalkan kita pada saat kita asyik berzikir. Pada saat indahnya hidup dalam sinar hidayah Al-Qur'an. Pada saat pesona sejati dari hati yang lembut menjadi menu utama penampilan kita. Pada saat keakraban antar sesama semakin erat. Pada saat kegembiraan ketika berbagi. Maka, akankah semua keindahn, ketentraman dan kebahagiaan ini juga sirna berlalunya ramadhan? Jelas tidak.
Ramadhan boleh berlalu tapi semangat ramadhan tidak boleh menghilang. Tapi tetap di pertahankan sampai ramadhan tahun depan bila allah memberi kesempatan bertemu ramadhan lagi. Setuju ?